Sekecil apapun nikmat harus disyukuri. Itu kata “Petuah Suci”. Dari sinilah Sedulur-10 terinspirasi untuk mengadakan acara Syukuran atas kembalinya Slamet Juhari-10 ke tanah air dengan selamat bersama 19 Kru-nya yang sempat disandera oleh Perompak Somalia.
Ya, bagi Sedulur-10 KAP3B yang kini “kemudinya” dipercayakan kepada Toto Sugianto, kembalinya Slamet Jauhari itu merupakan sebuah nikmat besar yang patut disyukuri, baik oleh keluarga Slamet Juhari sendiri maupun rekan-rekan senasib seperjuangan waktu pendidikan kepelautan dan bahkan sampai bangsa Indonesia secara umum.
Bukan apa-apa, begitu ada kabar yang memilukan bahwa Slamet Juhari CS masuk dalam perangkap Perompak Somalia yang memang merupakan “momok” bagi dunia Pelayaran, maka selain keluarga dan elemen Negara, Alumni P3B Semarang khususnya Angkatan X termasuk pihak yang sangat terusik ketenangannya. Maka sebisanya, apa yang bisa dilakukan oleh Sedulur-10 maka dilakukannya demi bebasnya Slamet juhari Cs itu, yakni menggalang aksi solidaritas untuk menekan Samudera Indonesia dan Pemerintah Indonesia untuk mempercepat proses pembebasan.
Nah, begitu 20 anak Bangsa itu telah bebas dan tiba ke tanah air dengan selamat pada 7 Mei 2011 lalu, Toto Sugianto dan sejumlah Sedulur-10 lain kembali terusik pikirannya. Yakni, ingin turut berbagi kebahagiaan dalam suasana syukuran dengan bertemu langsung sosok Slamet Juhari. Tidak mudah memang untuk mewujudkan hal itu, sebab rupanya Slamet Juhari adalah figur yang low profile dan alasannya tak mau merepotkan orang lain selain juga kesibukannya melayani para Wartawan dan beberapa Instansi Pemerintah sebagai Narasumber.
Setelah melalui “negosiasi” yang cukup alot, mungkin karena saat proses negosiasi antara perompak dan Samudera Indonesia juga cukup alot, akhirnya Toto Sugianto berhasil merubah pendirian Slamet Juhari. Dan puncaknya, pada Senin tanggal 23 Mei 2011 bertempat di pelataran terbuka kolam renang Hotel Patra Jakarta, Sedulur -10 berhasil mewujudkan keinginan itu yang dikemas dengan acara Temu Kangen KAP3B dan Syukuran.
Awalnya, acara ini untuk Sedulur-10 karena bersamaan dengan tradisi “kumpul-kumpu bareng” setiap ada salah satu Sedulur yang bertandang ke Jakarta, yang dalam hal ini adalah Nur Helmi dari Surabaya.
Namun, nampaknya gagasan Sedulur-10 ini “tercium” beberapa KAP3B Angkatan lain, dan akhirnya Toto Sugianto “nyerah” setelah ternyata banyak Alumni Angkatan lain dan bahkan simpatisan dari luar ingin bergabung untuk ikut mensyukuri dan bertemu dengan memberikan ucapan selamat kepada Slamet Juhari. Tak terkecuali, Ketua Umum KAP3B, Ridwan Setiawan ikut mendukung acara ini. Jadilah acaranya itu menjadi “Temu Kangen KAP3B dan Syukuran Atas Kembalinya Slamet Juhari bersama 19 Kru MV.Sinar Kudus yang diadakan oleh Sedulur-10.
Hadir dalam acara itu sekitar 96 orang yang 27 diantaranya adalah Sedulur-10. Nampak juga Alumni paling Senior Angkatan IV, Koordinator Angkatan XII Kol. Mardiono, Sylvester Hutahuruk (Capt Rambo)-IX sampai Angkatan 30-an seperti “Neng Mila dan Nurul Wulandari”.
Seperti Artis
Kehadiran Slamet Juhari benar-benar menjadi magnet. Bak menjadi seorang “artis dadakan”, layaknya Briptu Norman, maka Pria jangkung dan kalem itu juga harus sabar melayani mayoritas yang hadir untuk foto bersama.
Acara diawali dengan pembacaan Doa yang dipimpin oleh Ustadz Maskur-10. Selanjutnya satu persatu acara sambutan dan diakhiri makan malam bersama.
Dalam sambutannya, Toto Sugianto selaku Koordinator Sedulur-10 dan salah satu penggagas acara itu meminta maaf kepada semua Alumni atas acara itu yang sifatnya “dadakan”. Ia menegaskan awalnya itu internal dan tradisi Sedulur-10, namun atas aspirasi yang berkembang maka jadinya terbuka untuk KAP3B.
Sedangkan Ketua Umum KAP3B Ridwan Setiawan mengatakan, pada prinsipnya semua Alumni yang tergabung dalam KAP3B sangat prihatin saat terjadi perompakan. Namun Ia meminta maaf tidak bisa mendukung langsung aksi demo solidaritas yang dikoordinir oleh KPI Priok beberapa waktu lalu, hal ini lantaran posisi Dia yang masih aktif sebagai Abdi Negara. “Namun paling tidak, minimal kita dan mungkin seluruh eleman bangsa ini turut berdoa agar segera bebas dan kembali ke tanah air dengan selamat,” kata Ridwan Setiawan.
Dalam kesempatan ini, rasa bersyukur kita juga menyampaikan Santunan kepada Yatim Piatu yang diterima oleh salah satu Ketua Yayasan Yatim Piatu di Jakarta Timur dan disampaikan langsung oleh Slamet Juhari.
Ketua KPI Priok Capt. Rambo-IX juga berkesempatan memberikan sambutan yang isinya banyak memberikan masukan demi solidnya organisasi KAP3B.
Giliran Slamet Juhari-10 saat “didaulat” untuk sedikit berbagi cerita pengalaman berharganya selama dalam cengkeraman Perompak, maka semua mata dan telinga yang hadir focus tertuju kepadanya. Selama hampir satu jam, Slamet Jauhari berbagi cerita secara detail dan sesekali (meskipun Ia kalem) bisa membuat yang hadir ketawa saat menceritakan cerita uniknya. Akhirnya Ia berharap agar pengalaman pahitnya cukup bagi Dia dan Krunya saja, dan jangan sampai terulang untuk Pelaut lain.
Tak terasa, acara yang dimulai sejak jam 18.00 WIB telah memasuki jam 22.00 WIB dan akhirnya acara ditutup. Namun, seperti biasa, meski sudah ditutup, namun sejumlah Alumni Sedulur-10 dan lainnya tetap asyik ngobrol “ngalor ngidul” untuk melepas rasa kangen dan berbagai cerita.
**KAP3B News**
|