Cobaan berat tengah menghadang 20 anak bangsa sebagai pelaut yang sampai kini masih dalam cengkeraman perompak di Somalia. Sejak 16 Maret 2010 silam, mereka hidup dalam tekanan perompak yang menginginkan tebusan uang atas kapal Sinar Kudus yang dibajaknya itu.
Yang jelas, nyawa taruhannya jika mereka tidak diselamatkan. Perompak hanya menginginkan uang tebusan sekitar Rp.26 milliar (US$.3 Juta) atas kapal yang nilai mutannya lebih dari Rp.1 triliun, belum lagi harga kapalnya.
Hingga 10 April 2010 ini, menurut Nakhoda kapal Capt. Slamet Jauhari-10 yang berhasil dihubungi oleh Pengurus KAP3B Pusat Toto Sugianto-10 dalam acara jumpa pers di Kantor KPI Tg.Priok menyatakan kondisi mereka kian memprihatinkan. Logistik makin menipis, tercatat 12 ABK dalam keadaan sakit dan 1 diantaranya kritis. Di sisi lain, pihak perompak tak mau tahu soal kondisi itu, yang dipikirkan hanya satu yakni “uang tebusan”.
Selain menjadi pukulan berat bagi keluarganya, musibah itu juga menjadi keprihatinan yang sangat mendalam bagi sejumlah elemen anak bangsa, khususnya keluarga besar KAP3B.
Untuk itulah, melalui Toto Sugianto-10 (TS-10) setelah melakukan koordinasi dengan Ketua Umum dan SekJen Umum DPP KAP3B, Ia melakukan sejumlah langkah dan manouver sasarannya adalah bagaimana agar pemerintah dapat bertindak cepat menyelesaikan dan menyelamatkan 20 anak bangsa itu dengan mengedepankan faktor keselamatan jiwa ketimbang financial.
Sejak beberapa hari terakhir ini, Toto Sugianto-10 telah melakukan loby ke berbagai pihak yang kompeten, selain terus mendampingi keluarga dari Capt. Slamet Jauhari untuk melakukan komunikasi dengan pihak Owner Kapal, Pemerintah dan media massa untuk mendapatkan kepastian penyelamatan 20 anak bangsa tersebut. Namun, hari terus berjalan, disisi lain tanda-tanda mengarah penyelamatan belum jelas. Padahal, kuncinya cuma satu siapkan uang tebusan dan perompak akan bebaskan Mereka.
Akhirnya , Toto Sugianto-10 bersama Ketua KPI Tg.Priok Sylvester Hutahuruk-9 ingin lebih menggugah dan mengetuk hati pemerintah dan Samudera Indonesia melalui media massa. Berbagai opini media telah berhasil dimasukkan ke beberapa TV Swasta Nasional, antara lain Metro TV, TVOne dan lainnya.
Agar lebih mendobrak pemerintah untuk kerja cepat dan tepat, pada Senin 10 April 2011 di kantor KPI Tg.Priok, TS-10 dan Ketua KPI menggelar jumpa pers kepada media cetak ibu kota. Sasarannya, kalau Pemerintah tidak segera bergerak maka ribuan Pelaut yang tergabung dalam KPI Tg.Priok akan melakukan aksi solidaritas damai kepada 20 ABK Sinar Kudus. Aksi itu berupa demo besar-besaran bersama keluarga ABK Sinar Kudus dengan mengepung kantor Samudera Indonesia dan istana Negara agar bertindak cepat.
“Dalam waktu 3 hari ini jika tidak ada langkah konkrit dari Pemerintah, maka kami akan melakukan aksi demo besar-besaran sebagai bentuk solidaritas sesama anak bangsa,” ancam Sylvester Hutahuruk-9 Ketua KPI Tg.Priok yang saat itu didampingi Sekretarisnya Ricky Salaka dan Toto Sugianto-10 (KAP3B).
**KAP3B News**
Duka Mereka adalah duka kita semua sebagai anak bangsa…., apalagi keluarga besar “Bejans” Ayo satukan semangat dan do’a agar Mereka segera bisa kembali dengan selamat..
|