Warna-Warni Sukses HUT Ke-58 KAP3B
Dari Linangan Air Mata Buat Istri Alm. Yogo Pranoto Sampai Guyonan “Mbah Bejan”
“Suwe ora jamu…., jamu godong telo.., suwe ora ketemu, ketemu pisan ojo gawe gelo..” (lama tak minum jamu, jamu daun ketela: lama tak bertemu, ketemu sekali tidak bikin kecewa).
Penggalan pantun lagu penyanyi kondang asal Jawa Tengah Bu Waljinah itu, nampaknya tepat juga buat menggambarkan PuncakPeringatan HUT ke-58 KAP3B pada 8 Maret 2009 lalu di Gedung Sasono Utomo TMII.
Ya, kerja siang malam Panitia HUT yang “dinakhodai” oleh Maghoni (Angkatan XIII) itu tidak sia-sia. Bahkan, kalau boleh dikata saat ini Panitia bisa tidur nyenyak, setelah apa yang direncanakan telah berjalan dengan sukses, mulai dari titik awal hingga ending-nya. Baik kegiatan-kegiatan menjelang puncak HUT maupun acara pada hari “H”nya. Intinya, acara HUT ke-58 yang sejatinya juga reuni seluruh “Jebolan” P3B Semarang itu tidak mengecewakan, (seperti lagunya Bu Waljinah itu).
Pada puncak HUT-nya memang sangat meriah. Bagaimana tidak, lebih dari 1.800 alumni berserta kelurganya “tumplek-bleg” memadati gedung Sasano Utomo di TMII pada hari itu. Bahkan, orang-orang luar yang kebetulan sedang berlibur di TMII turut tersedot perhatiannya saat Tim Marching Band dari Taruna/Taruni PIP Semarang beraksi dengan berbagai atraksi mautnya. Tak terkecuali, Kepala Badan Diklat Perhubungan Dedi Darmawan yang turut menyaksikan aksi marching band nampak dibuat “tercengang” dengan aksi calon generasi penerus kemaritiman tersebut juga alumni yang lain. Meski pihak Panitia menyediakan 85 meja bundar (Round Table) dan 1.200 kursi, namun tetap saja banyak yang terpaksa harus puas dengan berdiri.
Dari gedung itu, berbagai ekpresi alumni ditumpahkan disana saat mereka saling bertemu setelah sekian lama mereka ada yang tak bertemu. Aksi-aksi lepas kangen bervariasi, mulai berpelukan sangat erat, hingga salam komando dan cerita ngalor ngidul mengabarkan masing-masing aktivitasnya. Dari penampilan juga bervariasi, ada yang memakai seragam kebesaran Navy Blue, ada yang cukup batik dengan alasan Navy Blue-nya sudah tak muat karena badan kian membengkak. Ada yang membuat seragam sendiri (KAP3B yang di Banten dan Lampung) dan ada yang kelihatan nyeleneh tuh… yaitu angkatan XXVII dengan memakai topi khas pelaut.
Para alumni baru mulai sedikit tenang saat sang MC dari presenter kondang Metro TV yakni Vivi Alayda Yahya dan Virjie Baker memberikan “woro-woro” bahwa acara puncak akan segera dimulai. Satu persatu sambutan berjalan sangat singkat, mulai dari Ketua Panitia Maghoni, Ketua Umum KAP3B Ridwan Setiawan dan Sesepuh Departemen Perhubungan Capt. Rozaimi.
Setelah itu, tibalah “Roh” daripada acara HUT tersebut, yakni misi sosial yang memang menjadi “pakem” digelarnya reuni akbar itu. Pertama KAP3B menaruh perhatian serius bagi adik-adik Taruna/ Taruni yang berprestasi dengan memberikan bantuan bea siswa. Tercatat beberapa Taruna yang dalam kesempatan itu langsung menerima bantuan yang diserahkan oleh Ketua Umum KAP3B, Ridwan Setiawan.
Suasana kian mengharu-biru saat giliran KAP3B akan menyerahkan tali asih kepada beberapa istri dari alumni P3B yang telah berpulang kepada Yang Maha Esa. Setidaknya ada 5 istri alumni yang menerimanya. Yang membuat suasana makin khidmad adalah secara simbolis bantuan tali asih itu diserahkan kepada istri dari Alm. Yugo Pranoto (Angkatan X) yang telah gugur/ Kapalnya tenggelam kena badai Taiphon dalam menjalankan tugas mulia sebagai Duta Bangsa pada pelayaran di lautan China 20 Februari 1991, di mana sampai kini jasadnya tak diketemukan.
Toto Sugianto (angkatan X), selaku Bendahara Umum KAP3B yang didaulat untuk menyerahkan tali asih kepada istri Alm. Yugo Pranoto, tak kuasa menahan linangan air mata. Seakan kesediahan sang Istri turut menusuk didadanya. Melihat pemandangan itu, para istri alumni dan beberapa yang menyaksikan turut tak kuasa membendung kesedihan. Sesekali mereka harus mengangkat sapu tangan untuk menghapus linangan air mata keharuan. Sampai-sampai, Toto Sugianto yang tadinya akan memberikan sepatah dua patah kata sambutan, tak sanggup lagi karena mulut terkunci akibat diselimuti rasa haru. Yang ada hanya do’a dalam hati. Selanjutnya, Ketua Panitia Maghoni juga mengumumkan bahwa Putri kedua dari Alm. Yogo Pranoto yang saat ini akan mengikuti ujian akhir SMU, atas kesepakatan bersama (Ketua Umum KAP3B, Kepala PIP Semarang) akan diarahkan untuk masuk di PIP Semarang dengan mengikuti test sesuai dengan prosedur penerimaan yang ada dan alumni angkatan X sepakat sebagai orang tua asuhnya.
Sebagaimana kata orang bijak, kita boleh sedih tapi jangan keterusan. Hari esok harus ditatap dengan semangat hidup yang penuh tantangan. Nah, untuk mengembalikan suasana agar rilex, akhirnya sang MC memanggil Istri-istri alumni untuk turut mengisi acara itu. Dengan paduan suara yang merdu dan sedikit goyang centilnya, mereka mengihur hadirin dengan beberapa lagu-lagu. Dan, suasana mulai mencair dengan tampilan ibu-ibu ini.
Suasana kian menarik saat Tukul Arwana sang komedian yang lagi naik daun dengan acara “Empat Mata”-nya (kini jadi Bukan Empat Mata) beserta teman-temannya seperti Eko DJ, segera naik panggung. Penonton kian gerrrr….. saat Eko DJ dan pasangannya membuat joke-joke lucu dengan menyebut “Mbah Bejan” sebagai seniornya dan pernah mendidiknya secara fisik demi kedisiplinan dan ia jadi pinter lantaran digojlok fisik, demikian Eko cerita sekedar melawak. Tukul Arwana tampil bak perwira beneran karena memakai baju Navy Blue.
Ya, Mbah Bejan yang kini masih mengabdi di PIP Semarang untuk urusan menu dan gizi Taruna/Taruni, hari itu juga turut menghadiri Puncak HUT-ke 58.
Usai Tukul Arwana CS mengocok perut, sambil menyantap hidangan siang, tampil kemudian penyanyi senior Vina Panduwinata yang menghibur dengan suara desahnya membawakan lagu-lagu klasik membuat suasana kian akrab. Puncaknya, sang musisi Ucok Harahap dengan gaya Rocker-nya juga menghidupkan suasana acara itu. Alumni benar-benar dibuat puas dengan acara ini. **News KAP3B**
|