BP3IP (Balai Besar Pendidikan Penyegaran dan Peningkatan Ilmu Pelayaran) baru-baru ini (21/1) di Balai Samudera Jakarta menyelenggarakan “hajatan besar” berupa upacara Bon Voyage diikuti 203 pelaut yang telah menyelesaikan program pendidikan ANT-I dan ATT-I. Dalam hal ini, tercatat 122 Pemegang sertifikat ANT-I dan 81 pemegang sertifikat ATT-I yang dilepas (Bon Voyage) dengan predikat “ Master” sesuai Undang-Undang Pelayaran dan lazimnya di dunia kepelautan internasional.
Penyerahan Letter of Recognition untuk predikat Master Mariner bagi pemegang sertifikat ANT-I dan predikat Master Marine Engineer bagi pemegang ATT-I dilakukan oleh Sekjend Departemen Perhubungan H. Harijogi yang mewakili Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal. Lagu Kebangsaan Indonesia Raya sebagai pembuka dan ditutup dengan lagu Padamu Negeri dalam upacara Bon Voyage itu, seolah menjadi “sihir” bagi para pelaut tersebut untuk terus berkarya demi majunya kemaritiman di negeri bahari ini.
Ya, memang peran serta mereka pulalah, perkembangan pelayaran nasional ini dapat bangkit. Sebab, Pemerintah mengharapkan para pemegang sertifikat ANT –I (Ahli Nautika Tingkat I) dan ATT-I (Ahli Teknika Tingkat I) yang secara otomatis melekat padanya pre¬dikat Master Mariner untuk ANT-I dan Master Marine Engineer untuk ATT-I, dapat mela¬kukan reform to safety culture guna ter¬wujudnya keselamatan dan kea¬manan pelayaran. Budaya kerja yang menguta¬makan keselamatan tersebut agar dapat dijalankan secara konsisten sesuai standar prosedur yang ada, seperti yang dituangkan dalam motto International Maritime Organization (IMO) “Safe, Secure and Efficient Shipping On Clean Ocean”. Harapan itu disampaikan oleh Menteri Per¬hubungan Jusman Syafii Djamal dalam salah satu sambutannya tertulisnya yang dibacakan oleh Sekjen Dephub, H. Harijogi
Selain itu juga diharapkan para peserta Bon Voya¬ge dan semua jajaran terkait untuk responsif dan terhadap beberapa tantangan di transportasi laut yang cukup berat, seperti perubahan iptek yang begitu dinamis, tuntutan pengguna jasa dan masih banyaknya kecelakaan kapal baik di sungai mau¬pun di laut. “Dalam kesempatan ini saya mengajak para peserta Bon Voyage dan seluruh jajaran insan ma¬ritim untuk selalu melakukan penyempurnaan dan selalu mengutamakan keselamatan,” harap Menhub Jusman Syafii Djamal. Menurut Menhub, hasil sebuah penelitian meng¬ungkapkan bahwa SDM memegang peran pertama dalam hal keselamatan dan keamanan pelayaran, di samping aspek lain seperti kondisi armada, prosedur pengoperasian dan perawatan yang diatur dalam regulasi nasional maupun inter¬nasional, seperti SOLAS, MARPOL, STCW ISM Code dan ISPS Code.
Turut hadir pula untuk melepas (Bon Voyage) para Master Kepelautan itu antara lain, Dirjen Perhu¬bungan Laut, Sunaryo, Kaba Diklat Perhubungan Dedy Darmawan, Kadit Kapel Ditjen Hubla Abdul Ghani dan Ketua PUKP (Panitia Ujian Keahlian Pelaut) Boby R. Mamahit. Hadir pula Presiden Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI) Hanafi Rustandi.
Kepala BP3IP Ridwan Setiawan sebagai Ketua Penyelenggara mengatakan, acara Bon Voyage telah dijadikan tradisi di BP3IP dan kali ini adalah yang ke-31 kalinya diselenggarakan di lembaga yang dipimpinnya itu. Ridwan Setiawan yang juga Ketua Korps Alumni Pendidikan Perwira Pelayaran Besar (KAP3B) menambahkan, penyerahan Letter of Recognition predikat Master Mariner dan Master Marine Engineer tersebut telah mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 2000 Tentang Kepelautan. (***KAP3B News***)
|