home | about us | articles | forum | web directory | contact us | advertising | sea career
Google


H o M e
Articles & NeWs
Web Directory
KAP3B InFo
Forum
Latest Post
Admirality Tide Table Cor...
Upload foto profile alumn...
Latest Response
Re: Upload foto profileal...
Re: Upload foto profileal...
Re: Upload foto profileal...
KaRiR
Lowongan Terbaru
. MARINE SURVEYOR
Iklan Baris
Iklan Terbaru
Live Chat

 Sekretariat Pusat



Kampus Semarang



Mess Banjarmasin


Free ChaT !

Rekening KAP3B

KAP3B on FB

Join KAP3B on Facebook
Login
Username:

Password:


Belum terdaftar? Click disini!


 
 

SEKILAS INFO: Secuil Haru Di Balik Pencarian Jejak Ronny Gales Setiawan10

by admins
Thursday, September 02, 2010 15:43:05 hits: 474 Send to a friend Print Version
Click to view another photos...
Sosok Ronny Gales Setiawan angkatan 10 tiba-tiba menghilang begitu saja sejak meninggalkan kampus Singosari. Di tengah gegap gempita angkatan 10 yang hendak mengadakan temu kangen puncak pada bulan 10, tanggal 10 tahun ’10 di Semarang, tiba-tiba terdengar kabar sayup-sayup tentang Ronny10.

Kontan saja, sejumlah Sedulur10 yang ada di Surabaya langsung melakukan “jelajah” untuk menemukan keberadaan Dia setelah ada info keluarganya berada di Surabaya dan terbesit kabar bahwa Ronny10 telah menghadap Sang Kholik pada tahun 1994 karena penyakit komplikasi.

Tak peduli bagaimana masa lalu Ronny 10, namun yang jelas didasari semangat paseduluran, akhirnya beberapa Sedulur10 di Surabaya seperti Agus Suhartono, Salepo dan Nur Helmi mendapatkan dukungan penuh dari Toto Sugianto10 selaku koordinator untuk menelusuri jejak keluarga Ronny10. Gayungpun bersambut, dalam waktu 1 minggu “Tim petualang10 Surabaya”, yang saat itu berhasil menemukan Nur Fadillah Isteri Ronny10 yang ternyata tinggal serumah dengan anak keduanya bernama Sisca Gales Setiawan di sebuah rumah yang sangat sederhana di daerah Sidoarjo yaitu Agus Suhartono10 beserta Istri dan anaknya.

Di rumah itu, Agus Suhartono10 beserta keluarganya disambut dengan rasa haru bahkan Nurfadillah yang dinikahi Ronny pada pertengahan Februari 1979 itu tak kuasa membendung butiran air matanya. Seakan Ia tak percaya di balik segala kekurangan dan kelebihan sang Suami di mata keluarga ternyata memiliki teman –teman yang peduli dengan hubungan silaturahmi. Kehadiran perwakilan ‘Tim Petualang10 Surabaya’ itu benar-benar mengejutkan Dia. “Semalem saya mimpi apa…,” demikian rintihan Nur Fasdillah saat menerima kunjungannya.

Dengan panjang lebar, Nur Fadillah mengisahkan perjalanan hidupnya, Tanpa bermaksud mengungkit masa lalu, Nur Fadillah mengaku biduk rumah tangganya dengan Ronny banyak diwarnai kerikil tajam. Begitu ditinggal Sang Suami Nur Fadillah dipaksa tuntutan untuk menjadi tulang punggung terhadap dua buah hatinya hasil perkawinan dengan Ronny10 (Almarhum) yang kala itu masih kecil. Malam hari Ia harus meninabobokkan sang buah hati dengan penuh kasih keibuan. Siang hari Ia harus mengambil peran sebagai “Ayah” yang harus membanting tulang demi kebutuhan ekonomi.

Apalah daya sebagai seorang wanita yang memiliki kemampuan biasa-biasa saja. Namun dengan bekal ketrampilan seadanya yakni sebagai penjahit terpaksa Ia jalani demi sesuap nasi anaknya yang saat itu masih kecil.

Bahkan, ketika usaha jahitan mengalami kelesuan, terpaksa wanita yang tampak keriput lantaran harus hidup dalam tekanan ekonomi itu sampai rela mengumpulkan barang bekas kemudian ditukar dengan beberapa lembar rupiah sekedar untuk terhentinya “tangis” anak-anaknya. Sesekali memang Ny. Ronny10 meratapi kehidupannya, Pahitnya kehidupan yang ia jalani tak pernah terkira sedikitpun sejak remaja. Namun Ia sadar dan tak menyerah begitu saja. Hidup ini adalah ibarat roda pedati. Kadang di atas dan kadang harus di bawah. Banyak jalan untuk menopang kehidupannya. Memang saat pahit-pahitnya kehidupan, setiap malam Nur Fadillah hanya berharap besok asap dapur harus tetap mengepul sebelum anak-anak cium tangan untuk pamitan ke sekolah. Soal bagaimana lusa, itu dipikirkan besok.

Seiring perjalanan waktu hingga kini, Nur Fadillah yang mestinya menikmati sisa usia senjanya bersama anak-cucu, kini tetap tegar untuk terus berusaha menghidupi dirinya tanpa harus menjadi beban anak-anaknya, meskipun kini harus tinggal serumah dengan anak keduanya itu yang kini juga sedang tidak mempunyai pekerjaan. Ny Ronny10 sampai kini masih harus menyambung hidupnya dengan berjualan Es kelapa muda di rumah tersebut.

Ketika perwakilan “Tim petualang10 Surabaya” bermaksud menanyakan kira-kira apa yang menjadi keinginan Ny. Ronny10 dalam menopang roda perekonomiannya, Ia sangat kaget. Karena Ia pikir ’Tamu’ ini hanya bertamu biasa sekedar silaturahmi. Dengan rasa haru Ia tidak berharap banyak di sisa kehidupannya itu, hanya kalau disuruh menjawab apa kebutuhannya, Ia mengatakan perlu modal usaha pakaian, untuk selanjutnya Ia akan menyusuri jalan-jalan dan gang serta lorong-lorong di wilayah sekitarnya untuk menjajakan pakaian tersebut.

Selanjutnya, setelah diadakan koordinasi dengan anggota ’Tim Petualang10 Surabaya’ dan Koordinator10 maka tepat jam 7 malam Rabu (31 Agustus) “Tim petualang10 Surabaya” (Nur Helmi, Agus Suhartono dan Salepo yang masing-masing bersama Istri) kembali ke rumah Ny. Ronny10 dengan menyerahkan bantuan dari Sedulur10 yang sesuai dengan keinginannya untuk modal usaha jual pakaian. Lagi-lagi begitu menerima sejumlah uang untuk modal usaha, Ny. Ronny10 tak kuasa menahan rasa harunya......Ia tak kuasa berkata-kata dan nampak berlinang airmatanya.

Sesekali Ia memuji kebesaran Tuhan. Juga berkali-kali Ia juga menyampaikan rasa terima kasihnya yang tak terhingga nilainya kepada “Tim Petualang10 Surabaya”. Nur Fadillah mengakui perjalanan hidupnya adalah pengalaman hidupnya yang patut dijadikan pelajaran yang berharga. Ia berjanji kalau selama ini ketika masih diberi kesempatan dan kekuatan pihaknya kurang peduli dengan masalah silaturahmi terutama dengan teman-teman, ke depan Ia akan berupaya untuk peduli dengan silaturahmi.

Selain dari bantuan modal tersebut, saat ini ’Tim Petualang10 Surabaya” juga sedang memberikan kesempatan kepada anak I-nya yaitu Happy Gales Setiawan (memegang ANT-V) untuk mengurus beberapa sertifikat yang sudah expire dan selanjutnya akan dibantu untuk segera dinaikkan kapal.

**KAP3B News/Kontributor 10 SBY**
 
SEKILAS INFO: Secuil Haru Di Balik Pencarian Jejak Ronny Gales Setiawan10 More Berita Angkatan Articles :
 Setelah acara 11-an, PENJURU 11 tambah bergairah meningkatkan ke-solid-annya.
 Jurnal Reuni Akbar Penjuru-11: Nafas Tua Semangat Taruna, “Awak Remuk” Jadi Taruhannya.
 SEKILAS INFO: Penjuru 11 “Berulah” Di Bandar Djakarta, Irzal Ilyas-11 Jadi Bintang Tamu
 “Gladi Resik” Penjuru-11: Awas, Dewa-11 Siap “Ledakkan Bom Kejutan” di Singosari 2A
 Halal Bi Halal PAS-12 : Strategi “Di Depan Pak Menteri” Dan Fakta “Doel Sumbang”
 Jangan Sampai Loyo, Sedulur-10 Kembali “Sruput Jamu Komunikasi” di Dapur Sunda La Piazza
 SEKILAS INFO: Sedulur Sepuluh Rame-Rame Nyerbu “Wartegnya” M. Bachrun-10 di Tegal
 Di Tegal, Angkatan 6 Juga Memperkuat Rajut Komunikasi, Di saat “123” Berkoalisi Di Singosari..
 Sukses Back To Campus Singosari, Koalisi 123 Sepakat Adakan “Back To Campus-Jilid 2”
 SEKILAS INFO: Sedulur-10 “Menggoyang” Dapur Sunda La Piazza Kelapa Gading
 

 

 
     
    Bookmark and Share  
  PESAN ANDA , klik disini untuk memperlebar layar  
     
 
Google
 
 

PIP SEMARANG

KAP3B CALENDAR

  RANDOM ALBUM

 
Lihat Album !

  SPONSORED LINKS

 

 UMUM
Breaking News: Luar Biasa, “Srikandi KAP3B Solo” Perkokoh Solidaritas dengan Tour Gathering..
SEKILAS INFO: Mengintip Geliat Komunikasi Alumni “Singosari” di Pontianak
Kilas Balik Temu Alumni Singosari di Berbagai Penjuru Semarakkan Ramadhan
 FAQ'S
 IT & EDUCATION
Maklumat System IT - KAP3B: Penghapusan Email-email yang tidak pernah Login
50 Master Pelaut Alumni Singosari & 101 Perwira Niaga PIP Semarang Ikuti Wisuda Gabungan Di Monas
Sejumlah Pengurus KAP3B Pusat Sambut Kedatangan “Bima Sakti Singosari” di Tg.Priok
 PROFILE ALUMNI
Sosok: Ruing Theofilus (VIII), Sang Petualang dari Timor Yang Peduli Dengan Solidaritas Alumni
Sosok: Anharuddin Siregar (Angk.III) P3B; Kerja Keras dr Petugas Pandu Sampai GM Terminal Petikemas
SOSOK: Yusuf Ali - XVIII, Dari Obsesi menjadi Tukang Insinyur ke Pelaut Hingga “Nyasar” ke Kopassus
Right Banner
Untuk Pemasangan Iklan , hubungi Sekretariat KAP3B e-mail: sekretariat@kap3b.net