Lagi-lagi, kehadiran Website Kap3b sangat berperan dalam membangkitkan semangat beberapa alumni “Mr Bejan Singosari” untuk kembali menyatukan hati, Salah satunya yang dialami oleh angkatan XVI.
Ya…, begitu melihat berita di website Kap3b yang dimotori oleh Toto Sugianto10 dan belakangan sering menampilkan berbagai info unik temu kangen dari beberapa alumni P3B Semarang, membuat angkatan XVI Zona Surabaya “Cemburu” dan ingin melakukan hal yang serupa. Apalagi melihat berita terakhir di Website kap3b yang isinya soal sensasi pertemuan angkatan X di Taman Dayu yang sangat menghebohkan itu.
Rasa “cemburu” angkatan XVI itu dicurahkan dengan mengadakan pertemuan angkatan XVI Zona Surabaya di sebuah villa milik Hidayat16 salah satu alumni yang berlokasi di Batu Malang pada tanggal 27-28 Juni 2009 lalu.
Awalnya, kata Hidayat kepada Reporter KAP3B, pertemuan itu untuk alumni XVI khusus Zona Surabaya yang jumlahnya ada 12 orang. Akan tetapi yang hadir 17 alumni dengan rincian 8 alumni dari Zona Surabaya dan 9 alumni dari berbagai kota lainnya, termasuk ada yang dari Jayapura dan Lampung. Dari 17 Alumni itu masing-masing membawa serta keluarga sehingga total mencapai sekitar 50 orang yang menghadiri acara ini.
“Tadinya kita yang di Surabaya ingin menghidupkan silaturahmi dengan arisan rutin, tetapi beberapa alumni daerah lain yang selama ini selalu komunikasi dengan saya, ya mereka mau turut serta hadir untuk merekatkan tali silaturahmi sesama kita dari P3B Semarang,” kata Hidayat.
Ia juga mengakui, pertemuan di Batu Malang itu sempat mengundang “protes” Alumni angkatan XVI lainnya, yang mengetahui dari website dan info lainnya. “Protes itu dilakukan karena mereka kok tidak diajak, padahal kita niatnya untuk wilayah Surabaya dulu, Akan tetapi saya bagaimanapun meminta maaf dan kita akan bicarakan ke depannya untuk pertemuan lebih besar lagi khusus angkatan XVI ini,” ujar Hidayat.
Yang menarik kata Hidayat, selain berbaur dalam keakraban yang dipandu oleh Ustadz Gatot dengan kemasan siraman rohani akan pentingnya menjaga tali silaturahmi, juga ada sesi “Gojlogan” yang saling membuka “kartu” lama masing-masing alumni saat mereka di “asrama Singosari” di depan keluarganya yang turut hadir. Tak pelak lagi, kata Hidayat, beberapa istri dan keluarga dari mereka harus senyum –senyum malu lantaran “kartu” Bapaknya masa lalu dibeberkan.
Namun, seperti halnya angkatan X lalu, begitu menjelang perpisahan mereka sudah mulai gelisah, karena harus segera mengakhiri canda tawa itu untuk kembali ke “alam yang sebenarnya” (profesi masing-masing maksudnya). Bahkan katanya, saat alumni bernama Teguh menjadi pengantar untuk kata perpisahan itu tak kuasa menahan air mata seraya sesenggukan layaknya anak tangisan anak kecil, kata Hidayat. “Akhirnya kita juga tak kuat menahan air mata keharuan itu,” jelas Hidayat. **KAP3B News**
|